Kelompok 1 Tugas Belajar #6 Ekowisata
Kelompok 1: -
Hana Prasasti / NPM. 191170 Dosen Pengampu: Agung Yoga
Asmoro
-
Iga Dwi
Sukma/ NPM. 191171 Mata
Kuliah: Ekologi Pariwisata
-
Basilius
Agung/ NPM. 191182 STP
Satya Widya Surabaya.
Selamat datang di blog ini! 😊
Kami, dari kelompok 1 mahasiswa jurusan Manajemen Pariwisata semester 4 (STP Satya Widya Surabaya) kali ini akan membagikan tentang apa saja dampak pengembangan pariwisata dari 4 aspek, yaitu politik, ekonomi, sosial-budaya, dan ekologis, yang tentunya tidak lepas dari para pemangku kepentingan/stakeholder dalam dunia pariwisata (visitors, industry, community).
|
|
Positif (+) |
Negatif (-) |
|
Politik |
Saling berkunjung dan mengenal akan semakin
mempererat persatuan kesatuan. |
(V-V) Perkelahian/keributan antar wisatawan
yang seringkali terjadi. |
|
Menumbuhkan rasa saling pengertian terhadap
perbedaan. |
(V-I) Pencurian yang dilakukan wisatawan (mis.
di tempat oleh-oleh/di hotel) |
|
|
Semakin wisatawan mengenal kekayaan dan
keindahan suatu daerah wisata, maka keinginan untuk memelihara dan
mempertahankan daerah tersebut akan semakin tumbuh. |
(V-C) Pengedaran/masuknya barang/obat-obatan
terlarang ke daerah tujuan wisata. |
|
|
Hukum dan ketertiban pasti menjadi perhatian
pemerintah. Jika hal ini dikelola dengan baik, akan membantu masuknya
wisatawan. |
(I-V) Ketidakstabilan politik dan konflik di
daerah/negara tujuan akan menjadi kendala yang menjadikan wisatawan menahan diri
untuk mengunjungi destinasi tersebut. |
|
|
Terpeliharanya hubungan baik internasional
dalam pengembangan pariwisata mancanegara. |
(I-I) Pemerintah negara asal wisatawan yang
menghimbau/memberi peringatan kepada warganya untuk tidak mengunjungi negara-negara
yang politiknya tidak stabil/sedang terjadi konflik. |
|
|
Keinginan politik untuk membangun
infrastruktur di kawasan pariwisata, akan mendorong pariwisata dan menunjang
kehidupan masyarakat lokal. |
(I-C) Kebijakan yang diambil untuk mendukung pariwisata
dan pembangunan infrastruktur yang tujuannya untuk membantu pertumbuhan
pariwisata, hasilnya malah sebaliknya. |
|
|
Keindahan sebuah situs tanpa mengubah kontur
alam akan sangat menarik para wisatawan. |
(C-V) Ketika wisatawan sudah ada di daerah/negara
tujuan wisata, peringatan akan dikeluarkan oleh warga/masyarakat lokal untuk
meninggalkan daerah itu secepatnya. |
|
|
Masyarakat lokal menjadi lebih berani untuk
berdiskusi dan menyampaikan pendapat mereka kepada pemerintah/pemangku
kepentingan lainnya. |
(C-I) Sistem administratif yang tidak efektif |
|
|
Masyarakat memiliki kesadaran untuk akan
isu-isu politik terkini. |
(C-C) Adanya perbedaan pendapat yang tidak
jarang menimbulkan keributan. |
|
|
Ekonomi |
Kedatangan wisatawan ke sebuah destinasi wisata juga
menyebabkan munculnya pebisnis asing atau mendorong seseorang untuk
berwiraswasta memberikan pelayanan dan
kemudahan bagi wisatawan selama mereka berwisata |
(V-V) Banyaknya wisatawan yang masuk menambah potensi kerusakan lingkungan
terutama dari sampah. |
|
sektor pariwisata menyebabkan perekonomian masyarakat
lokal meningkat drastis. |
(V-I) Seringnya impor barang dari luar negeri, terutama
alat alat teknologi modern yang berguna untuk memberikan fasilitas yang
bermutu dan juga pemeliharaan fasilitas fasilitas yang ada |
|
|
Meningkatkan produk hasil kebudayaan, Karena meningkatnya
konsumsi oleh para wisatawan |
(V-C) Pekerja lokal seringkali tidak menerima upah yang
besar dengan kondisi kerja yang buruk. |
|
|
hasil dari pariwisata dapat digunakan untuk memperbaiki
infrastruktur daerah. |
(I-V)
Terjadinya urbanisasi dari desa ke daerah kawasan pariwisata yang menyebabkan
bertambah sesaknya kawasan pariwisata |
|
|
Mendapatkan devisa (national balance payment) melalui
pertukaran mata uang asing (foreign exchange) |
(I-I)
Terjadinya kebocoran ekonomi terutama adanya impor tenaga kerja top manajemen
sektor pariwisata dengan tarif gaji internasional dan fasilitas hotel yang
berstandar internasional |
|
|
Pariwisata menyediakan lapangan kerja bagi banyak orang
lokal, mulai dari bekerja di hotel hingga menjual pernak-pernik di pantai. |
(I-C) Membuka peluang bagi pelaku kriminal untuk melakukan
kejahatan kepada wisatawan asing maupun domestik, hal ini yang membuat minat wisatawan
ke destinasi wisata menjadi berkurang |
|
|
Memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat yang turut
serta memberikan pelayanan kepada para wisatawan yang memerlukan
jasanya |
(C-V) Wisatawan
asing memanfaatkan kelonggaran imigrasi untuk menyelundupkan narkoba dan
menjualnya di lokasi wisata. |
|
|
Dibangunnya fasilitas fasilitas dan infrastruktur yang
lebih baik demi kenyamanan dan keamanan para wisatawan |
(C-I) Di negara berkembang kenyataannya uang yang
dihasilkan sektor wisata kebanyakan tidak masuk kas negara.
|
|
|
Pariwisata dapat membantu untuk melestarikan budaya dan
kearifan masyarakat setempat,karena mereka menjadi objek wisata |
(C-C) Meningkatkan inflasi dan harga jual tanah menjadi
mahal. |
|
|
Sosial-Budaya |
Bertambahnya pengalaman dan interaksi sosial
karena bertemu dengan sesama wisatawan dengan lata belakang yang berbeda-beda |
Kejahatan kepada dan oleh wisatawan lain |
|
Adanya bantuan untuk perawatan museum,
gedung teater, dan untuk dukungan acara-acara festival budaya. |
Datangnya penduduk yang berasal dari daerah
lain, yang kebetulan bekerja didaerah tersebut karena pariwisata. |
|
|
Melestarikan Budaya Lokal Ini adalah budaya lokal yang sering dikunjungi
wisatawan. Banyak tujuan akan melakukan upaya pelestarian untuk melestarikan
dan melindungi budaya lokal. Ini sering berkontribusi pada konservasi dan
pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, perlindungan warisan lokal,
dan kebangkitan kembali budaya asli, seni budaya dan kerajinan. |
Pendatang atau imigran yang menambah tingkat pengangguran,
karena memutuskan untuk bekerja dan menetap di daerah tersebut. |
|
|
Pengembangan pariwisata yang meningkatkan
mobilitas sosial. |
Pengembangan pariwisata yang menimbulkan
terlalu sesaknya suatu kawasan/obyek wisata akibat kunjungan wisatawan. |
|
|
Membawa banyak investasi yang dibutuhkan oleh
suatu daerah |
Komoditifikasi kebudayaan adalah
kegiatan menjual kebudayaan menjadi paket wisata untuk dijual dengan cara
menyesuaikan waktu dan keinginan wisatawan tetapi melupakan tujuan utama atau
sakralnya kebudayaan itu sendiri. |
|
|
Penyediaan
Layanan Sosial Industri
pariwisata memerlukan banyak fasilitas atau infrastruktur untuk memenuhi
kebutuhan para wisatawan. Ini sering berarti bahwa banyak perkembangan di
suatu daerah sebagai hasil dari pariwisata akan tersedia untuk digunakan oleh
penduduk setempat juga. Penduduk setempat sering mendapatkan jalan baru,
sistem pembuangan limbah baru, taman bermain baru, layanan bus dll sebagai
hasil dari pariwisata. Ini dapat memberikan dorongan besar bagi kualitas hidup
mereka dan merupakan contoh yang bagus dari dampak sosial positif dari
pariwisata. |
Mmta pencaharian sektor tradisional yang
hilang akibat pengembangan pariwisata. |
|
|
Pariwisata dapat menciptakan
pertukaran budaya dari wisatawan dengan masyarakat setempat, sehingga membuat
para wisatawan mengerti tentang budaya setempat dan mengerti akan nilai-nilai
dari tradisi masyarakat setempat begitu pula sebaliknya masyarakat lokal pun
bisa tahu tentang budaya dari para wisatawan tersebut baik yang domestik
maupun internasional. |
Orang yang termarginalisasi (dalam konteks
pariwisata) merupakan individu yang menolak asimilasi secara penuh kebudayaan
yang dibawa wisatawan ke dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang termarginalisasi tidak
mengadopsi seperangkat norma dan standar yang telah diterima oleh kedua
kebudayaan. Tingkah lakunya dianggap menyimpang oleh kedua kebudayaan
(wisatawan dan penduduk lokal) mengakibatkan terpisahnya individu tersebut
dari kedua kebudayaan tersebut |
|
|
Dengan adanya pembaharuan kebanggaan budaya
maka masyarakat dapat memperbaharui kembali rasa bangga mereka terhadap
peninggalan-peninggalan bersejarah ataupun budaya. |
Adanya kemungkinan pariwisata justru menggilas kebudayaan
digantikan oleh kebudayaan impor, atau jika masih bertahan berkemungkinan
menjadi kebudayaan atau kesenian yang berorentasi komersial, dijual demi uang
semata. |
|
|
Penguatan
Komunitas Pariwisata
dapat menjadi katalisator untuk memperkuat komunitas lokal. Acara dan
festival di mana penduduk setempat telah menjadi peserta utama dan penonton
sering diremajakan dan dikembangkan sebagai tanggapan terhadap minat
wisatawan. |
Adanya perubahan ritme kehidupan
sosial dan kemasyarakatan penduduk lokal |
|
|
Ekologis |
Meningkatkan kesegeran
fisik dan mental wisatawan. |
|
|
Wisatawan yang akhirnya
memilih fasilitas/kegiatan ekowisata yang bersifat ramah lingkungan.
Misalnya, ikut dalam paket perjalanan yang menawarkan aktivitas menanam bakau
di laut. |
Menyebabkan adanya pembangunan yang tidak
diinginkan. |
|
|
Dapat merangsang pertumbuhan
pengawasan dan langkah-langkah terapan untuk perlindungan lingkungan dan atau
lansekap dan atau satwa liar. |
Peningkatan jumlah wisatawan maupun kendaraan
yang datang ke suatu kawasan wisata, yang kadang lebih dari kapasitas
kemampuan lingkungan untuk menampung (carrying
capacity) akan memberikan tekanan yang besar terhadap lingkungan/alam
sekitar. |
|
|
Dapat membantu
memperkenalkan keberadaan Taman Nasional, wilayah konservasi. |
|
|
|
Mendatangkan profit
sebagai sumber pendanaan untuk suatu kawasan. |
Pendirian fasilitas wisata yang tidak hanya
menyebabkan tekanan pada lahan, tetapi juga alih fungsi lahan, yang
sebelumnya meruapakan lahan tempat tinggal menjadi lahan komersil |
|
|
Meningkatkan usaha pemerintah
melakukan konservasi terhadap lingkungan alam, marga satwa dan lingkungan
pertanian. |
Munculnya perbedaan yang mencolok antara
daerah untuk wisatawan dengan daerah penduduk setempat. |
|
|
Jauh dari polusi, santai dapat
mengembalikan kesehatan fisik dan mental. Dengan demikian, pengembangan
merupakan salah satu cara dalam upaya untuk melestarikan lingkungan. |
Air yang mendapatkan polusi akibat dari
buangan bahan bakar minyak kapal pesiar, menyebabkan lingkungan
terkontaminasi, kesehatan masyarakat terganggu. |
|
|
Memperoleh nilai tambah atas
pemanfaatan & lingkungan yang ada. |
Perambatan hutan dan rusaknya sumber-sumber
hayati yang tidak terkendali sehingga daya tarik wisata alamnya hilang. |
|
|
Objek wisata apabila ingin banyak
mendapatkan kunjungan dari wisatawan haruslah terjaga kebersihannya sehingga masyarakat
menjadi terbiasa untuk merawat dan menjaga lingkungan kita agar selalu
terjaga kebersihannya. |
Pembalakan liar dan
pembabatan pepohonan oleh masyarakat lokal yang akhirnya merusak vegetasi.
|
Komentar
Posting Komentar